Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi riset dan internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan Asian University Alliance (AUA)–Universitas Indonesia Academic Conference 2026 bertema “AI-Inspired Stem Cell Technology and Nanoengineering” pada 29–30 Juli 2026 di Auditorium Lantai 3, Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) FKUI. 

Konferensi internasional ini diselenggarakan atas dukungan hibah AUA Academic Conference 2026 dan PKR STELLAR, serta merupakan kolaborasi antara Universitas Indonesia melalui Direktorat Internasionalisasi Pendidikan, Research Group STELLAR (Stem cell rEsources for Advance biomedicine Research), Stem Cell and Tissue Engineering Research Center (SCTE-RC) IMERI, Departemen Histologi FKUI, serta Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Biomedik FKUI.

Mengangkat tema mengenai integrasi artificial intelligence (AI), stem cell technology, nanoengineering, dan tissue engineering, konferensi ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus menjadi wadah pertukaran pengetahuan, hasil penelitian, dan inovasi terkini di bidang biomedik regeneratif. Selama dua hari pelaksanaan, konferensi mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube. Sebanyak 171 peserta mengikuti kegiatan pada hari pertama dan 124 peserta pada hari kedua.

Konferensi dibuka melalui Opening Ceremony dan Welcome Remarks yang disampaikan oleh dr. Radiana Dhewayani Antarianto, M.Biomed., Ph.D., selaku Ketua STELLAR sekaligus Ketua Panitia. Dalam sambutannya, dr. Radiana Dhewayani Antarianto menyampaikan bahwa konferensi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi multidisiplin dalam mengembangkan inovasi biomedik yang mengintegrasikan teknologi AI dengan stem cell dan nanoengineering. Menurutnya, sinergi ketiga bidang tersebut berpotensi mempercepat lahirnya berbagai terobosan dalam diagnosis, terapi, rekayasa jaringan, hingga pengembangan pengobatan presisi di masa depan.

Selama dua hari pelaksanaan, konferensi menghadirkan 14 pembicara nasional dan internasional melalui sesi keynote lecture dan scientific symposium. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan keynote lecture bertema “AI in Stem Cell Clinical Application” oleh Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT., Subsp. P.L(K). Selanjutnya, Prof. Dr. Rahul Purwar dari Indian Institute of Technology Bombay membawakan materi mengenai “Nanoengineering Practices in Clinical Application”.

Tiga sesi simposium kemudian membahas berbagai perkembangan mutakhir, meliputi “AI in Stem Cell Research” yang menghadirkan Prof. Ameer Mahmood, Ph.D. dari King Saud University dan Prof. Ippei Shimizu, Ph.D. dari National Cerebral and Cardiovascular Center Jepang, “AI in Stem Cells Clinical Application” oleh Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K) dan Dr. dr. Telly Kamelia, Sp.PD(K), serta AI in Stem Cell Industry” yang menghadirkan Prof. Hanry Yu, Ph.D. dari National University of Singapore dan Prof. Goo Jang, Ph.D. dari Seoul National University.

Memasuki hari kedua, konferensi dibuka dengan keynote lecture bertema “AI-Inspired Stem Cell Technology” oleh Assoc. Prof. Shaohua Ma, Ph.D. dari Tsinghua Shenzhen International Graduate School. Kegiatan dilanjutkan dengan tiga simposium bertema “Nanoengineering Principles for Stem Cell Research” oleh Assoc. Prof. Dr. Thamil Selvee Ramasamy dari University of Malaya dan Andreas Michael Sihombing, Ph.D. dari Keio University, “Nanoengineering Practices in Clinical Application” oleh Prof. Alexander McLellan, Ph.D. dari University of Otago, serta “Nanoengineered Stem Cell Products” yang menghadirkan Dr. dr. Dewi Wulandari, Sp.PK(K) dan dr. Sandy Qlintang, M.Biomed. dari Biofarma Adiluhung, Kalbe Farma.

Selain sesi ilmiah, konferensi juga menjadi ajang bagi peneliti dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitiannya melalui parallel oral presentation dan poster presentation. Sebanyak 23 peserta mempresentasikan karya ilmiah di hadapan dewan juri yang terdiri atas para pakar dari berbagai bidang keilmuan. Forum ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh masukan ilmiah sekaligus memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi riset internasional.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Social Gathering, Award Announcement, dan Closing Ceremony. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai sesi Social Gathering yang dimeriahkan oleh penampilan Tari Rantak dan Tari Saman dari mahasiswa FKUI yang tergabung dalam FKUI Dance Company (Seminat Tari FKUI).

Pada sesi penghargaan, panitia memberikan apresiasi kepada para peserta dengan karya ilmiah terbaik. Penghargaan Best Oral Presentation diraih oleh Vishnu Goutham dari National University of Singapore, Best Poster Presentation diraih oleh Jennifer Crismonika dari Program Magister Ilmu Biomedik FKUI Peminatan Sel Punca, sementara Young Investigator Award diberikan kepada Yudistira Adam Mulyana dari Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).

Ready to Help You